Salah satu kesalahpahaman yang paling umum tentang BIM adalah anggapan bahwa menerapkan BIM akan secara otomatis menyelesaikan masalah proyek.
Kenyataannya tidak demikian.
BIM bukan solusi mujarab untuk semua masalah konstruksi. BIM tidak serta-merta menghilangkan konflik desain, mengurangi keterlambatan, meningkatkan koordinasi, atau menurunkan biaya dengan sendirinya. Yang diberikan BIM adalah informasi, visibilitas, dan wawasan yang lebih baik. Namun, semua itu tidak akan menyelesaikan masalah dengan sendirinya. Manusialah yang menyelesaikan masalah. BIM membantu manusia membuat keputusan yang lebih baik dengan informasi yang lebih lengkap.
Sebelum bertanya, “Bagaimana cara menerapkan BIM?”, mungkin lebih penting untuk bertanya:
- Masalah apa yang sebenarnya ingin kita selesaikan?
- Keputusan apa yang perlu dibuat?
- Informasi apa yang masih belum tersedia saat ini?
- Bagaimana BIM dapat membantu kita memperoleh informasi tersebut?
Ketika inisiatif BIM gagal memberikan nilai yang diharapkan, sering kali penyebabnya adalah karena fokusnya lebih pada pembuatan model dan pemenuhan persyaratan, bukan pada penyelesaian masalah bisnis yang sebenarnya.
Mulailah dari masalahnya.
Kemudian identifikasi keputusan yang perlu dibuat.
Lalu tentukan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung keputusan tersebut.
BIM bukanlah tujuan akhir. BIM adalah alat yang membantu kita melihat situasi dengan lebih jelas sehingga kita dapat membuat keputusan yang lebih baik.