Apa yang hari ini kita sebut sebagai BIM adalah hasil dari evolusi selama beberapa dekade; baik dari sisi teknologi, proses, maupun budaya kerja. Setiap era membawa definisi, fokus, dan terminologinya sendiri. Inilah sebabnya kita sering menemukan beragam definisi BIM yang berbeda-beda.
Namun satu hal menjadi semakin jelas: BIM saat ini bukan lagi soal software, melainkan soal manajemen informasi.

BIM di Era 1990an
Pada era 1990-an, istilah BIM belum digunakan secara luas. Konsep yang dominan saat itu adalah pemodelan 3D berbasis objek untuk bangunan. Fokus utamanya adalah menggantikan drafting CAD 2D dengan objek 3D yang “cerdas”; objek yang memahami dirinya sebagai dinding, pintu, pelat, atau kolom, bukan sekadar garis.
Pada tahap ini, BIM umumnya dipahami sebagai: Representasi digital 3D dari sebuah bangunan menggunakan objek cerdas
Konsepnya berfokus pada pemodelan geometri dengan properti yang melekat, terutama untuk meningkatkan konsistensi gambar dan mengurangi kesalahan koordinasi manual. Informasi memang sudah ada, tetapi masih bersifat sekunder dibandingkan geometri. Kolaborasi sangat terbatas, biasanya hanya di dalam satu disiplin atau satu organisasi. Jika pun ada kolaborasi, umumnya masih berbasis pertukaran gambar.
BIM di era ini sangat authoring-centric, belum process-centric.
Terminologi populer pada era ini:
- Object-based modeling
- Parametric objects
- Building model
- Virtual building
- 3D architectural modeling
- CAD with intelligence
BIM di Era 2000an
Memasuki tahun 2000an, BIM mulai matang dan mendapatkan pengakuan industri. Istilah Building Information Modeling mulai digunakan secara lebih luas, menegaskan bahwa model tidak hanya berisi geometri, tetapi juga informasi. Industri mulai menyadari bahwa informasi di dalam model BIM dapat dimanfaatkan lebih jauh.
BIM kemudian didefinisikan secara umum sebagai: Representasi digital dari karakteristik fisik dan fungsional suatu fasilitas.
Konsep BIM berkembang melampaui visualisasi desain.
Model mulai digunakan untuk:
- Perhitungan kuantitas (quantity take-off)
- Clash detection
- Koordinasi dasar antar disiplin
Meski demikian, BIM masih sangat model-centric. Model diperlakukan sebagai produk utama. Proses, peran, dan tanggung jawab terkait informasi sering kali belum jelas atau masih informal. Isu interoperabilitas mulai muncul, mendorong diskusi awal tentang standar terbuka.
Terminologi populer pada era ini:
- Building Information Modeling (BIM)
- Intelligent model
- Clash detection
- Interoperability
- IFC
- Model-based coordination
BIM di Era 2010an
Tahun 2010an menandai perubahan besar. Adopsi BIM meningkat pesat secara global, didorong oleh proyek-proyek berskala besar, mandat pemerintah, dan platform teknologi yang semakin matang. Pada era ini, BIM tidak lagi hanya soal model, tetapi tentang proses dan kolaborasi.
BIM umumnya didefinisikan sebagai: Proses kolaboratif untuk membuat dan mengelola informasi sepanjang siklus hidup aset terbangun
Konsep BIM meluas ke seluruh siklus proyek:
- Desain
- Konstruksi
- Handover
- Operasional
Era ini memperkenalkan pemahaman bahwa terdapat banyak model dan banyak container informasi, masing-masing dengan tujuan yang berbeda. BIM Execution Plan mulai diformalkan, dan peran seperti BIM Manager serta Information Manager mulai dikenal. Namun dalam praktiknya, banyak implementasi masih mengukur kematangan BIM berdasarkan kompleksitas model, bukan kualitas informasinya.
Terminologi populer di era 2010an:
- 4D BIM / 5D BIM
- BIM Execution Plan (BEP)
- Common Data Environment (CDE)
- Level of Detail (LOD)
- Model federation
- BIM maturity levels
- Digital construction
BIM Menurut PAS 1192
PAS 1192 menjadi benchmark penting. Alih-alih mendefinisikan BIM sebagai model yang lebih baik, standar ini memposisikan BIM sebagai pendekatan terstruktur untuk manajemen informasi.
Dalam konteks PAS 1192, BIM dapat dirangkum sebagai: Proses pengelolaan produksi, distribusi, dan kualitas informasi dalam lingkungan kolaboratif
Perubahan konsep utamanya adalah:
Model bukan tujuan, penyampaian informasi (information delivery) adalah tujuan
PAS 1192 memformalkan:
- Alur kerja informasi
- Status dan proses persetujuan
- Konvensi penamaan
- Common Data Environment (CDE) sebagai proses, bukan sekadar platform
Era ini menegaskan bahwa keberhasilan BIM lebih ditentukan oleh kejelasan tanggung jawab dan kesepakatan prosedur, bukan semata kemampuan software.
Terminologi yang diperkenalkan atau diformalkan:
- Common Data Environment (formal)
- Information delivery
- WIP, Shared, Published, Archive
- Information Manager
- Plain Language Questions (PLQs), istilah “resmi” untuk bahasa awam
- Data-centric BIM
BIM Menurut ISO 19650
ISO 19650 merupakan definisi BIM yang paling matang dan otoritatif hingga saat ini. Standar ini dibangun di atas PAS 1192 dan, sebagai standar internasional, menggantikan seluruh definisi dan konsep sebelumnya dengan kerangka kerja yang konsisten secara global.
Dalam ISO 19650, BIM secara implisit didefinisikan sebagai:
Penggunaan proses kolaboratif yang terstruktur untuk mengelola informasi sepanjang siklus hidup aset terbangun
Konsep intinya sangat jelas:
- BIM bukan model
- BIM bukan software
- BIM adalah manajemen informasi dengan dukungan teknologi digital
ISO 19650 menempatkan informasi sebagai pusat, yang diatur melalui:
- Kebutuhan informasi yang didefinisikan dengan jelas
- Container informasi yang terstandarisasi
- Perencanaan informasi sepanjang siklus hidup aset
Dengan ISO 19650, BIM menjadi netral terhadap organisasi dan software. Standar ini menyatukan berbagai interpretasi BIM yang sebelumnya terfragmentasi ke dalam satu kerangka yang konsisten dan berlaku untuk desain, konstruksi, maupun operasional.
Terminologi populer di era ISO 19650:
- Information container
- Exchange Information Requirements (EIR)
- Asset Information Model (AIM)
- Project Information Model (PIM)
- Appointing Party / Appointed Party
- Information management process
Penutup

Secara ringkas, evolusi BIM dapat dirangkum sebagai berikut:
- 1990-an: BIM sebagai geometri 3D cerdas
- 2000-an: BIM sebagai model kaya data
- 2010-an: BIM sebagai proses kolaboratif
- PAS 1192: BIM sebagai manajemen informasi terstruktur
- ISO 19650: BIM sebagai kerangka manajemen informasi standar sepanjang siklus hidup aset
Saat ini, BIM bukan lagi tentang menghasilkan gambar yang lebih baik atau model yang lebih detail. Dengan ISO 19650, BIM pada dasarnya adalah tentang mengelola informasi yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk tujuan yang tepat; dan definisi inilah yang menggantikan seluruh pemahaman BIM sebelumnya.