Saya baru saja menerima email dari tim Autodesk Construction yang mengumumkan rebranding (peribahan nama). Sebagian besar dari Anda mungkin menerima email yang sama atau melihat kabar rebranding Forma ini di LinkedIn dan platform lainnya. Pada tanggal 24 Maret 2026, Autodesk Construction Cloud (ACC) yang kita kenal akan berganti nama menjadi Forma.
Jika Anda mengikuti tren industri selama ini, Anda pasti tahu bahwa ini bukan sekadar nama atau logo baru. Ini adalah pergeseran mendasar tentang bagaimana Autodesk ingin platform tersebut menangani data di seluruh siklus hidup proyek.

Berikut adalah rincian nama-nama barunya:
| Current Name | New Name (Effective March 24) |
| Autodesk Docs | Forma Data Management |
| Autodesk BIM Collaborate Pro | Forma Design Collaboration |
| Autodesk Build | Forma Build |
| Autodesk Takeoff | Forma Takeoff |
| Autodesk Estimate | Forma Estimate |
Lebih dari Sekadar Nama
Sekilas, banyak komentar yang menyebut ini “hanya sekadar strategi pemasaran.” Namun jika kita meninjau kembali visi yang dibagikan Autodesk beberapa tahun lalu (dan analisis menarik dari Martin Day di AEC Magazine), tujuannya adalah untuk menciptakan “satu platform untuk mengelola semuanya.”
Dengan menyatukan Construction Cloud di bawah payung Forma, Autodesk memberi sinyal bahwa dinding pemisah antara berbagai solusi mereka mulai runtuh. Mereka menginginkan industry cloud yang terpadu di mana data mengalir dari dan ke berbagai solusi secara mulus. Meski menantang, ini adalah rencana yang bagus.
Autodesk memiliki berbagai platform berbeda. Beberapa perangkat lunak berjalan di atas AutoCAD, namun Autodesk juga memiliki Revit, Navisworks, dan lainnya. Mengonversi data di antara mereka bisa sangat membosankan dan memakan waktu. Jika Autodesk tidak bisa membuat semua solusi mereka berjalan di satu platform, mengapa tidak membuat platform data untuk mengelola semua data tersebut? Seperti sekarang, kita sudah bisa me-link topografi dari Civil 3D ke Revit dan membuka saved view di BIM Collaborate dari Navisworks. Saya merasa kita bisa melihat lebih banyak perangkat lunak yang dapat mengonsumsi data dari Forma dalam waktu dekat.
Apakah Penamaannya Menjadi Membingungkan?
Meskipun saya memahami logikanya, mengelompokkan semuanya di bawah satu merek “Industry Cloud”, saya merasa penamaannya menjadi agak membingungkan.
Kita telah menghabiskan banyak waktu menjelaskan kepada klien dan tim mengenai perubahan BIM360 menjadi Autodesk Construction Cloud. Sekarang, kita harus melatih kembali semua orang untuk menggunakan kata “Forma” untuk segalanya. Dulu, Autodesk Forma adalah software untuk desain site konseptual, tetapi sekarang seluruh Autodesk Construction Cloud menjadi Autodesk Forma. Ketika seseorang bertanya, “Apakah sudah ada di Forma?”, apakah mereka sedang membicarakan desain konseptual, atau CDE (common data environment)? Dan apakah perangkat lunak desktop juga akan memiliki nama baru?
Sepertinya kita akan menghabiskan banyak waktu untuk mengklarifikasi “Forma” mana yang sedang kita bicarakan.
Konsep Ini yang Bukan Hal Baru
Konsep ini sebenarnya bukan hal baru. Jika Anda melihat industri manufaktur, perusahaan seperti Dassault Systèmes telah melakukan hal ini sejak lama dengan platform 3DEXPERIENCE mereka.
Mereka berhasil menyatukan desain, simulasi, dan manufaktur di bawah satu ekosistem masif. Sepertinya Autodesk mengincar tingkat single source of truth yang sama untuk industri AEC. Hal ini berhasil di manufaktur karena menghilangkan data silos. Pertanyaannya adalah apakah sifat industri AEC yang terfragmentasi akan memungkinkan kesuksesan yang sama?
Transisi: Apa Selanjutnya?
Autodesk telah mengonfirmasi bahwa fungsionalitas dan tata letak antarmuka pengguna (UI) akan tetap sama untuk saat ini. Proyek dan data Anda saat ini tidak akan pindah; mereka hanya mendapatkan nama baru.
Namun, bagaimana kelak Forma akan mendukung pelanggan yang masih mengandalkan metode tradisional berbasis file? Tidak semua orang siap untuk lingkungan data berbasis cloud murni, dan platform ini harus tetap dapat diakses oleh mereka yang belum hidup di dunia yang 100% “terkoneksi.” Menarik untuk melihat bagaimana perkembangannya nanti.
Apa pendapat Anda tentang pergeseran ke Forma ini? Apakah ini membuat ekosistem data menjadi lebih jelas bagi tim Anda, atau justru menambah lapisan kerumitan baru?
Beritahu kami di kolom komentar.